Saturday, August 14, 2010

Kedaulatan Rakyat Online 01/08/2010, Slamet Man News


01/08/2010 22:

SALAH satu grup musik asal Yogyakarta, Slamet Man, akan meramaikan Pohoda Festival di Slowakia Juli 2011 mendatang.

Pada penampilannya, Slamet Man akan menggandeng DJ asal Slowakia, Matej Da Benuska dan sinden Anik Sunyahni.
Band yang baru saja merilis single pertama berjudul Going Down (dari album kedua) ini digawangi Hohok (gitar, vokal), Popo dan Andika (rap). Band ini sendiri, belum lama ini memiliki penambahan personel tetap bernama Bayu (gamelan, sinth) yang awalnya additional Slamet Man.
“Pohoda Festival merupakan acara tahunan yang digelar selama 3 hari berturut-turut di bulan Juni. Sedang agenda festival ini untuk tahun depan, dikemas dengan bentuk tur keliling Slowakia dan Ceko. Karenanya, kemungkinan kami akan berada di sana selama sebulan. Bisa lebih jika musik kami diterima khalayak ramai di negara bersangkutan,” jelas Hohok saat dihubungi KR, Jumat (30/7).
Musik yang diusung merupakan kolaborasi dari rap, metal, etno gamelan, nyanyi dan sebagainya. Karenanya, musik yang disajikan akan mengikuti tren yang sedang booming tapi tetap berpegang pada konsep band budaya.
“Itu terlihat pada album pertama kami berjudul Ajojing. Album ini merupakan kombinasi gerak disco dan olahraga yang menjadi trend pada tahun 70-an. Sedangkan single lagu di album kedua memasukkan suara gemelan yang didapat dari sinth tapi menggunakan nada pelog. Karenanya, suara sinth bisa diganti suara gamelan asli,” jelasnya. (*-3)-f

Sunday, March 8, 2009

Mimpi Lama Sekali “Jogja Undercover”

Slamet Man bedah video klip Jogja Undercover dalam Jogja Nyasar di studio Jogja TV. Acara tersebut juga menghadirkan Juraj Sedlak (darmasiswa dari Slovakia) yang berperan sebagai Gatotkaca dalam video klip "Jogja Undercover". Video klip "Jogja Undercover" dengan fenomema "Udan Salah Mangsa-nya" dirilis pada awal tahun 2009 dan selama 2 bulan berturut-turut dipublikasikan di Jogja TV.

Inti dari bedah video klip "Jogja Undercover", selain untuk motivasi independent band juga untuk menyikapi sosiokultural lokal Jogja yang semakin pudar. Dari pengalaman saat berkunjung ke KBRI Bratislava, Slovakia tahun 2008, pada waktu itu KBRI tengah menunggu guru gamelan yang akan datang dari Bali untuk mensosialisasikan kebudayaan Indonesia khususnya gamelan disana. Di satu sisi pemerintah kita berusaha mengenalkan kebudayaan Indonesia ke luar negara. Di lain sisi (orang Indonesia) sendiri malah mundur dari tempat.
Seperti halnya program-program sekolah yang mampu menarik orang asing untuk belajar dan mengenal kebudayaan Indonesia,yang semua itu dibiayai program, seperti Acicis atau Darmasiswa. Sekarang ini telah ada program-program pemerintah untuk mahasiswa Indonesia untuk beasiswa ke luar negeri, misalnya BPKLN. Jadi jika kalian memiliki bakat seni dan memiliki index prestasi (IP) di atas 3 silahkan mencoba mendaftarkan diri kalian.

Sunday, February 8, 2009

This is Slamet Man

Ada orang beranggapan bahwa Slamet Man adalah sebuah Band Rock karena lagu2 seperti "Jogja Undercover" , "Pasar Kembang", atau "This is Slamet Man". Ada yang menganggap Slamet Man adalah sebuah Band Hip-Hop karena musiknya Rap. Ada yang mengatakan bahwa Slamet Man adalah Band Pop (Hip-Pop) karena lagu-lagunya yang komersil. Hal tersebut tidak usah dipertentangkan, karena semuanya tadi tidak salah dan tidak benar2 benar.

Hohok Slamet Man berusaha mempelajari kehidupan dengan menganalisis gejala-gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat dan menemukan unsur-unsur sosiokultural masyarakat Indonesia (khususnya masyarakat Jawa), dan kemudian berusaha menyerap nilai-nilai sosiokultural tersebut sebagai pesan tersirat dalam lirik-lirik lagu yang diciptakannya, kemudian dikawinkan dengan beragam jenis musik. Apa jenis musiknya? itu tidak masalah. Karena menurut Hohok Slamet Man, " setiap musik itu sama, dan setiap orang bebas menyampaikan pengalaman batinnya sesuai dengan jalan dan selera yang mereka suka. Selama tujuannya jelas dan didasari dengan nilai-nilai moral yang baik, maka setiap jenis musik tersebut mempunyai kualitas".

Adalah salah satu judul lagu Slamet Man dalam album the Ajojing " This is Slamet Man", yang berisikan idealisme semu menuju Slamet Man untuk menawarkan sebuah konsep yang tidak hanya terbatas dalam suatu karya tetapi juga akan mengaplikasikan dan menjaga sisi orientalitas sebuah musik melalui pendekatan budaya dan bahasa. Mengapa lagu "This is Slamet Man" yang mempunyai tujuan seperti di atas dikemas dalam musik dengan beat cepat dan kental distorsi? Mengapa tidak ada kata2 yang berkenaan dengan budaya dan bahasa sesuai dengan misinya? Tidakkah akan terasa lebih halus dan mengena jika musiknya juga menggunakan musik Jawa?? Itu semua terserah saya, karena pada waktu itu "mood" saya untuk membuat musik Rock..ha ha ha. Kalau orang2 dapat menerima..syukur alhamdulillah. Tetapi jika ada orang yang tidak dapat menerima, itu juga tidaklah menjadi suatu masalah.. Karena "jujur dalam bermusik" itu memang mahal untuk saya. Dan atas dasar itulah saya bekerja sama dengan teman2 Slamet Man untuk menciptakan musik Slamet Man. Jadi jika ada band2 indie atau band2 papan atas di dunia yang senang "menjiplak", terlebih hanya semata-mata supaya laku di pasar, it's not my problems.. tapi Go to Held!!!

Slamet Man Live Performance

*)Hohok Slamet Man

Thursday, February 5, 2009

JOGJA UNDER COVER

Hadiah untuk Jogja

Slamet Man tengah selesai menggarap video klip Jogja Undercover yang sudah dirilis tahun 2008. Jogja Undercover adalah salah satu lagu Slamet Man ciptaan Hohok Slamet Man yang menggambarkan hitam dan putih Jogjakarta apa adanya. Terdapat kolaborasi antara musik modern dan tradisional musik Jawa. Lagu Jogja Undercover melibatkan tokoh Jawa antara lain; sinden papan atas "Anik Sunyahni" dan seorang dalang "Ki Heru Alit". "Udan salah mangsa" dalam bahasa Jawa berarti "hujan salah musim" ini memiliki makna yang luas sekali dan maknanya sangat tepat untuk menggambarkan situasi yang terjadi di negara kita sekarang. Pemberontakan atas keprihatinan dan ketidaksetujuan yang ditulis secara halus dalam sebuah lirik lagu Jogja Undercover, sebagai warga negara yang baik yang patuh pada hukum, tapi tak kuasa pada system dan penjajahan (digambarkan dengan kerusakan budaya dan alat2 kebudayaan).
Video klip Jogja Undercover menggunakan tokoh wayang Gatotkaca yang diberi tugas oleh Batara Narada untuk melihat kondisi terkini kota Jogjakarta seiring maraknya Kriminalitas dan Amoralitas yang terjadi di kota tersebut. Tokoh Gatotkaca itu pun diperankan oleh seorang bule dari negara Slovakia "Juraj Sedlak". Mengapa Gatotkaca yang sebagai lambang satria rakyat Jawa tidak diperankan oleh orang Jawa??? itu hanya sebuah simbol atau gambaran, dan bukanlah bermaksud sebuah penghinaan. Karena pada kenyataannya banyak kebudayaan Jawa yang telah banyak tercuri oleh orang2 asing, dan lebih disayangkan lagi tanpa disadari bahwa orang2 Jawa sendiri yang melakukan itu.
Slamet Man berharap video klip Jogja Undercover ini dapat membuka semua mata untuk lebih mencintai budaya dan alat2 budaya. Dan semoga akan menjadi hadiah nyata untuk Jogja.